Menyusun Proposal untuk Siswa di Sekolah

Menyusun Proposal untuk Siswa di Sekolah

Menyusun Proposal untuk Siswa di Sekolah - Pada kesempatan ini kita akan membahas sedikit secara singkat materi tentang proposal.  Proposal menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah rencana yang dituangkan dalam bentuk rancangan kerja. 


Proposal ditulis secara sistematis dan terstruktur. Untuk lebih jelanya silakan lihat dan perhatikan susunan struktur proposal berikut

Menyusun Proposal untuk Siswa di Sekolah
Menyusun Proposal untuk Siswa di Sekolah


Dari gambar di atas dapat kita simpulkan sementara bahwa proposal tersebut dibuat haruslah disusun secara sistematis. Walaupun bentuk susunan dan penulisannya tidak baku akan tetapi tetap disusun sesuai sistematis agar para pembaca proposal tersebut dengan mudah memahami proposal yang kita ajukan kepada mereka dan jangan lupa selalu menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.


Untuk mengingatkan kita lagi bahwa awal membuat sebuah proposal adalah adanya hal atau sesuatu yang tidak sesuai misalnya kenapa banyak sekali sampah, kenapa terjadi banjir dan lain-lain. Dengan adanya ketidaksesuaian antara harapan dan dengan kenyataan maka muncullah sebuah gagasan dan pemikiran bagaimana caranya agar hal yang tidak sesuai tersebut dibetulkan dan sesuai dengan harapan.


Kemudian kenapa kita membuat proposal? lebih singkatnya adalah manfaat proposal tersebut adalah mengatur program kerja kita dimulai dari

1. perencanaan

2. pelaksanaan

3. evaluasi (monitoring)

4. tindak lanjut (bagaimana hasil kerja kita yang sudah dikerjakan)


Kembali ke gambar di atas ada beberapa yang perlu dijelaskan. Silakan untuk membaca keterangan gambar tersebut di bawah ini.


a. Latar belakang

Latar belakang adalah bagian yang mengemukakan kejadian, keadaan, hal yang menjadi kenapa kita membuat atau menyusun proposal. Dalam bagian ini titik fokusnya adalah kenapa atau why


b. Masalah dan Tujuan

Pada bagian ini kita menyebutkan masalah dan tujuan kita kenapa kita menulis proposal tersebut. Biasanya masalah dan tujuan harus bersifat rasional dan mengajak.


c. Ruang lingkup kegiatan

Pada bagian ini kita menyebut dan membatasi kegiatan-kegiatan yang dilakukan agar masalah yang diteliti atau dibahas tidak melebar dan menyebar dan akhirnya tidak fokus ke satu titik permasalahan.


d. Kerangka teoretis 

Kerangka teori adalah kita menyusun dan mengumpulkan teori-teori yang sudah meneliti. teori yang dimasukan ke dalam penelitian kita tersebut harus sesuai/relevan dengan penelitian kita. misalnya teori tentang banjir maka kita harus mencari teori tentang banjir.


e. Hepotesis 

Hepotesis adalah hasil perkiraan sementara atau praduga/hasil sementara. Sebelum melakukan penelitian kita membuat sebuah perkiraan dan membuat sebuah hasil sementara bahwa penelitian kita tersebut membawa perubahan yang menuju ke arah yang lebih baik.


f. Susunan personalia 

Bisa juga disebut susunan panitia. Merupakan susunan pelaksana yang mengerjakan proposal tersebut dimulai dari perencanaan sampai dengan laporan dan akhirnya tindak lanjut.


g. Peralatan 

Peralatan adalah alat yang digunakan dalam penelitian misalnya untuk dokumentasi adalah kamera, untuk wawancara menggunakan rekamanan


h. Metode

Metode adalah cara atau teknik untuk dalam meneliti mulai dari cara mengambil data di lapangan sampai dengan mengolahnya hingga akhirnya menjadi sebuah kesimpulan penelitian.


Walaupun tidak semua yang kami jelaskan satu persatu karena kami anggap yang belum kami jelaskan tersebut dapat dipahami sendiri dengan mudah. Semoga dengan adanya materi ini memudahkan kita menyusun dan menulis proposal dengan mudah. Amin.


Baca Juga:

Post a Comment

0 Comments