Menjelaskan Makna Kias yang Terdapat dalam Teks Cerita atau Novel Sejarah

Menjelaskan Makna Kias yang Terdapat dalam Teks Cerita atau Novel Sejarah

Menjelaskan Makna Kias yang Terdapat dalam Teks Cerita atau Novel Sejarah
Menjelaskan Makna Kias yang Terdapat dalam Teks Cerita atau Novel Sejarah

Sebelumnya kita sudah belajar tentang kaidah kebahasaan dan sekarang kita lanjutkan lagi dengan materi tentang teks cerita atau novel sejarah yang banyak menggunakan kata atau frasa yang bermakna konotatif (kiasan).


Dalam tulisan ini dijelaskan juga pengertian kata, frasa, ungkapan dan peribahasa. Penjelasannya adalah sebagai berikut:


1. Kata

Kata adalah suatu bagian terkecil dalam sebuah struktur bahasa yang dapat tulis atau diucapkan dan sebuah bentuk kesatuan pemikiran atau perasaan yang digunakan dalam dan untuk berbahasa.


2. Frasa

Frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang membentuk makna baru. Makna baru tersebut biasanya memiliki makna konotatif atau makna kiasan.


3. Ungkapan

Ungkapan merupakan gabungan kata yang membentuk makna baru yang tidak ada hubungannya dengan kata dasarnya.


4. Peribahasa

Dan Peribahasa adalah ungkapan atau kalimat yang ringkas, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.


Kata atau frasa yang bermakna kiasan ini digunakan si penulis untuk menumbuhkan khayalan atau imajinasi para pembaca saat membacanya dan membuat lebih indah ceritnya.


Berikut contoh kutipannya.

1. Setidaknya kini peluru tidak akan lagi menghujani diriku. 

Menghujani = terkena


2. Ratusan korban jiwa berguguran hanya untuk menumpas beberapa orang Londo.

Berguguran = tewas, meninggal dunia, terbunuh


3. Namun karena Ronggo Lawe pernah menjadi tulang punggungya di waktu beliau masih berjuang dahulu

Tulang punggung = Penopang ekonomi


Selain memakai kata atau frasa yang bermakna kias, cerita atau novel sejarah juga banyak memakai peribahasa. Pribahasa yang digunakan  atau yang dipakai dapat berupa bahasa daerah ataupun bahasa Indonesia. 


Tujuan penulis memakai kata, frasa, ungkapan ataupun peribahasa adalah untuk memperkuat  latar waktu dan tempat peristiwa cerita.


1. Gemah ripah loh jinawi 

Artinya adalah tentram dan makmur serta sangat subur tanahnya.


2. Haram manyarah waja sampai ka puting

artinya adalah pantang menyerah, sampai titik darah penghabisan.


Nah itulah sedikit materi tentang makna kias yang terdapat dalam teks cerita atau novel sejarah. Semoga dengan adanya tulisan ini dapat menambah informasi dan wawasan kita tentang teks cerita atau novel sejarah.


Baca Juga:

Post a Comment

0 Comments