Jenis-jenis Kalimat Majemuk Bertingkat dalam Teks Ceramah

Jenis-jenis Kalimat Majemuk Bertingkat dalam Teks Ceramah
Jenis-jenis Kalimat Majemuk Bertingkat dalam Teks Ceramah


Sebelum kita membahas tentang kalimat majemuk bertingkat, alangkah baiknya kita perhatikan cuplikan teks berikut ini!


Pada kegiatan tersebut ada hal yang diperhatikan dalam menggunakan bahasa. Hal yang pertama adalah perlu memperhatikan bahasa yang santun dan baik agar tidak melukai perasaan orang yang mendengarnya. Hal ini akan memberikan rasa simpatik dari orang-orang yang mendengarkan dan menyimak apa yang dikatakan dan dengan demikian apa yang akan disampaikan akan mudah diterima oleh lawan bicara.


Dari kalimat yang panjang di atas yang dibentuk dengan menggabungkan dua buah kalimat atau lebih. Dan dari penggabungan itu akhirnya membentuk kalimat yang baru yaitu kalimat majemuk bertingkat.


Kalimat majemuk bertingkat adalah kalimat yang memiliki lebih dari satu klausa dan hubungan antara klausa tidak sederajat. Salah satu dari klausa itu menduduki kalimat induk dan yang lainnya menduduki atau menjadi anak kalimat.


Kalimat majemuk bertingkat terbagi ke dalam beberapa jenis. Yaitu:

1. Kalimat majemuk akibat, kalimat ini ditandai dengan kata penghubung sehingga, sampai-sampai, maka.

Contoh:

- Dia selalu tidak memperhatikan pelajaran sehingga tidak mampu menjawab pertanyaan dari guru.

- Dia sangat bahagia sampai-sampai air matanya berlinang.

- Jika tidak membaca maka kita akan ketinggalan dalam ilmu pengetahuan.


2. Kalimat majemuk hubungan cara, kalimat ini ditandai oleh kata penghubung dengan

Contoh:

- Keberhasilan tim tersebut tidak terlepas dengan dukungan dari berbagai pihak terkait.

Dengan cara mengajaknya bermain, adik itu akhirnya berhenti menangis

- Kucing itu mengendap dan menunggu di bawah pohon dengan kuku serta taringnya yang tajam


3. Kalimat majemuk hubungan sangkalan, kalimat ini ditandai oleh konjungsi seolah-olah, seakan-akan.

Contoh:

- Kelas ini sangat sunyi seolah-olah tidak ada kegiatan yang dilakukan.

- Mereka hanya diam saja seakan-akan tidak tahu peristiwa yang terjadi.


4. Kalimat majemuk hubungan kenyataan, kalimat ini ditandai oleh padahal, sedangkan.

Contoh:

- Dia diam saja padahal dia tahu apa yang telah terjadi di depan rumahnya.

- Ibu sudah siap berangkat sedangkan ayah masih di kantor menyelesaikan pekerjaannya.


Sumber: Buku Bahasa Indonesia kelas XI SMA/MA/SMK/MAK


Baca Juga:

Post a Comment

0 Comments